Selasa, 28 November 2017

Sejarah Kerajaan Sunda (Penjelasan Singkat!)

Kerajaan Sunda | Berdasarkan sumber sejarah, Kerajaan Sunda di Jawa Barat telah berulangkali mengalami perpindahan pusat kerajaan. Secara berurutan pusat-pusat kerajaan itu adalah Galuh, Prahajyan Sunda, Kawali, dan Pakwan Pajajaran. Berikut adalah rangkuman sejarah Kerajaan Sunda baik dari segi kehidupa politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Semoga bermanfaat. | A-Z Sejarah

Kerajaan Sunda, Sejarah Kerajaan Galuh, Kerajaan Sunda Galuh, Peninggalan Kerajaan Sunda, Runtuhnya Kerajaan Sunda, Masa Kejayaan Kerajaan Sunda, Prasasti Kerajaan Sunda, Sumber Sejarah Kerajaan Sunda, Sejarah Kerajaan Sunda Kuno, Kehidupan Politik Kerajaan Sunda.
Sejarah Kerajaan Sunda (Penjelasan Singkat!) | www.az-sejarah.blogspot.com

A. Aspek kehidupan politik


Keberadaan kerajaan Sunda diketahui dari Carita Parahyangan. Sumber lain yang menyebutkan adanya kerajaan Sunda adalah Prasasti Sanghyang Tapak dan Prasasti Batu Tulis. Pada awalnya, pusat Kerajaan Sunda terletak di Galuh, Jawa Barat, kemudian berganti-ganti. Dari Galuh ke Parahjyang Sunda, dari Prahjyang Sunda ke Kawali, dari Kawali ke Pakuan Pajajaran. Diperkirakan, kerajaan Sunda ada pada tahun 932 sampai 1579 Masehi.

B. Aspek Kehidupan Sosial dan Ekonomi

Masyarakat Kerajaan Sunda umumnya hidup dari pertanian, khususnya ladang. Bukti ini didapat dari Carita Parahyangan yang memuat keterangan-keterangan tentang pekerjaan di ladang, seperti pahuma (peladang), panggerak (pemburu), dan panyadap (penyadap). Selain bertumpu pada sektor pertanian, Kerajaan Sunda juga bertumpu pada sektor perdagangan. Sektor perdagangan didukung dengan adanya enam buah Bandar yang penting untuk berdagang dengan daerah atau kerajaan lain, salah satunya Bandar Sunda Kelapa. Dalam melakukan jual beli, masyarakat Sunda telah menggunakan mata uang. Mata uang yang digunakan di dalam jual beli, antara lain ceitis, Calais, mates, dan tumdaya.

C. Aspek budaya

Kehidupan masyarakat Kerajaan Sunda adalah peladang sehingga sering berpindah-pindah. Oleh karen itu, Kerajaan Sunda tidak banyak meninggalkan bangunan yang permanen, seperti keraton, candi, dan prasasti. Candi yang paling dikenal dari Kerajaan Sunda adalah Candi Cangkuang yang berada di Leles, Garut, Jawa Barat. Hasil budaya masyarakat Sunda yang lain berupa karya sastra, baik tertulis maupun lisan. Bentuk sastra tertulis, misalnya kitab Carita Parahyangan, sedangkan bentuk sastra lisan berupa pantun, seperti Haturwangi dan Siliwangi.

Dari uraian di atas, kita bisa mengetahui bahwa Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang terletak di Pulai Jawa bagian barat, yang sekarang meliputi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Kerajaan Sunda juga bercorak argraris dan perdangangan. Semoga penjelasan singkat mengenai sejarah Kerajaan Sunda di atas bisa bermanfaat. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar